MEMAHAMI TANGISAN BAYI

MEMAHAMI TANGISAN BAYI

Dunstan Baby Language (DBL) adalah suatu sistem yang mempelajari
arti tangisan bayi usia 0-3 bulan. Sistem ini meliputi pengenalan akan lima
“bahasa tangisan” yang digunakan para bayi sejak dilahirkan, yaitu bahasa untuk
menyampaikan kebutuhan akan: rasa lapar, mengantuk, sendawa, rasa tidak nyaman,
dan nyeri di perutnya. DBL dapat dipelajari melalui sejumlah latihan.,Dr. Adhiatma Gunawan juga mendalami hal
ini danmendorong orangtua untuk
mempelajari tangisan bayi tersebut. 

Menurut Adhiatma, DBL paling efektif untuk diterapkan pada bayi usia 0-3 bulan, tapi pada
praktiknya masih bisa diterapkan juga hingga maksimal usia bayi 6 bulan. Karena
pada usia ini refleks-refleks primitif yang dimiliki semenjak lahir pada bayi
masih ada (seperti refleks mengisap saat ia lapar serta refleks menguap saat ia
mengantuk). Refleks ini
bersifat universal dan lambat laun akan menghilang seiring dengan berkembangnya
kemampuan bayi untuk beradaptasi dan
pertambahan usia bayi. “DBL
berlaku pada bayi hingga usia tiga bulan dan maksimal sampai dengan 6 bulan.
Karena setelah usia tersebut, bayi akan mengembangkan kemampuan
berkomunikasinya sendiri dengan bantuan orang tua dan lingkungan,” tambah
Adhiatma.

 <js2>5 BAHASA TANGISAN

DBL
mengenali ada lima “bahasa tangisan” yang digunakan para bayi sejak dilahirkan,
untuk menyampaikan kebutuhan akan rasa lapar, mengantuk, sendawa, rasa tidak
nyaman, dan nyeri di perutnya. Selintas sepertinya memang tangisan bayi adalah
sama. Namun, bila dicermati ada beberapa ciri yang berbeda. Memang tidak mudah
untuk mempelajari.

Namun, dr
Adhiatma mengingatkan satu-satunya cara sederhana mempelajari DBL adalah dengan
melakukan pengamatan. Untuk itu, si ibu disarankan mengasuh sendiri bayinya
agar dapat melakukan pengamatan. Dengan melakukan pengamatan, si ibu, biasanya
ibu akan mengerti dan memahami pola-pola si bayi. Misal, jam berapa si bayi
tidur, jam berapa biasanya ia lapar, dan lainnya. Nah, ketika si bayi lapar
itu, amati ragam tangisannya. Niscaya lambat laun si ibu akan dapat mencermati
perbedaan antara tangisan lapar dan ingin tidur.













Untuk
mempelajari makna atau mengartikan tangisan bayi ala DBL memang membutuhkan
waktu. Untuk itu, bagi para orangtua hendaknya jangan cepat merasa putus asa
ketika sedang mempelajari ini. Prinsip utama yang ditekankan oleh dr Adhiatma
adalah stop, look dan listen. Artinya untuk
membaca dan mengerti arti tangisan tersebut ada baiknya orang tua menghentikan
segala aktivitas lainnya (STOP). Berhentilah melakukan aktivitas, luangkan
waktu yang memang khusus untuk mengamati. Kemudian menatap/memperhatikan si
bayi termasuk tanda-tanda raut wajah, dan reflek yang menyertai (LOOK).
Selanjutnya, dengarkan bunyi suara tangisnya (LISTEN). Dengan menerapkan 3
kunci tersebut, diharapkan orangtua akan lebih mudah mengerti dan memahami arti
tangisan si bayi. Mari kita coba


Updated 31 Dec 2015