Pentingnya Asupan Nutrisi selama Masa Kehamilan

Pentingnya Asupan Nutrisi selama Masa Kehamilan

Kondisi
kesehatan dan gizi ibu hamil masih menjadi salah satu tantangan utama dalam
mencapai targetMillennium Development Goals(MDGs), terutama menurunkan angka
kematian bayi dan meningkatkan kesehatan ibu. Untuk mempercepat pencapaian
target tersebut, dibutuhkan sinergi yang kuat dari berbagai elemen masyarakat. Hal
tersebut menjadi latar belakang acara Nutritalk V yang mengangkat tema “Nutrisi
Bunda, Nutrisi Bangsa: Pentingnya Nutrisi selama Kehamilan untuk Masa Depan
Sang Buah Hati,” di Jakarta, 17 Januari 2012.

Dalam rilis yang diterima Redaksi, Diah
Saminarsih, Asisten Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs,
mengatakan bahwa kesehatan ibu (hamil dan menyusui) akan menjadi salah satu
fokus perhatian Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs dalam empat tahun
ke depan, bersama dengan  masalah kemiskinan, gizi, serta akses terhadap
air bersih.

“Pada
masa transisi, ada beberapa pekerjaan yang masih harus dilakukan. Salah satunya
adalah meningkatkan derajat wanita,” kata Diah. Meningkatkan derajat wanita
merupakan langkah penting dalam mengatasi kemiskinan. Keterkaitan antara status
kesehatan, pendidikan, dan status gizi serta meningkatnya kemiskinan dan upaya
mengatasi masalah-masalah ini akan memberi dampak terhadap keadaan wanita
secara umum. “Jika masalah ini teratasi maka akan memberi pengaruh yang baik
pada sektor lain,” lanjutnya.

Di sisi lain, dr. Damar Prasmusinto, SpOG(K)
menegaskan bahwa gizi yang buruk pada saat persiapan kehamilan dan kehamilan,
dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin. “Kondisi ini akan berakibat buruk
terhadap kesehatan janin  di masa depan,” katanya. Beberapa masalah
kesehatan pada ibu hamil meliputi anemia saat hamil, anemia setelah melahirkan,
pertambahan berat badan rendah, serta Kekurangan Energi Kronis (KEK).

“Perlu
digarisbawahi bahwa kondisi anemia dan KEK pada ibu hamil mempunyai dampak
kesehatan terhadap ibu dan anak dalam kandungan,” ungkapnya. Dampak kesehatan
yang akan muncul antara lain meningkatkan risiko bayi dengan asfiksia (gangguan
pernapasan), berat badan lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur, hingga
kematian ibu dan bayi. Selain itu, anemia dan KEK juga menjadi penyebab utama
terjadinya perdarahan, partus lama, aborsi, dan infeksi.

Lebih
dari separuh atau sekitar 55% Angka Kematian Ibu (AKI) dikarenakan pendarahan
dan pre-eklampsia yang juga berkaitan erat dengan malnutrisi (gizi buruk semasa
hamil). Ibu hamil yang mengalami malnutrisi berisiko melahirkan bayi berat
lahir rendah yang berisiko memiliki IQ rendah dan tumbuh dengan tidak optimal.
“Hal tersebut akan berisiko terhadap kelanjutan kualitas generasi berikutnya,”
lanjut dr. Damar.

Gizi
buruk semasa hamil atau ketidakseimbangan pola nutrisi pada ibu hamil salah
satunya disebabkan oleh kurangnya edukasi nutrisi yang memadai bagi ibu hamil
dan juga tingkat perekonomian yang relatif rendah. Keadaan ini mempengaruhi
kemampuan untuk menghasilkan atau mendapatkan bahan makanan yang mencukupi dan
memiliki kualitas gizi yang baik.

Keprihatinan
terhadap kondisi ibu hamil juga telah memunculkan beragam inisiatif maupun
organisasi yang memberikan perhatian khusus pada advokasi kesehatan dan
keselamatan ibu di Indonesia. Salah satunya adalah gerakan@selamatkanibudi media sosial Twitter. Bermula dari
itikad untuk menekan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia, akhirnya Santi
Juwita merintis gerakan ini sejak 1 Juni 2010. Santi mewakili gerakan@selamatkanibumenuturkan, “Gerakan@selamatkanibudigagas dengan tujuan mengajak seluruh
anggota masyarakat, baik masyarakat awam maupun medis untuk tanggap terhadap
masalah kematian ibu yang tinggi.” Dengan mengikuti gerakan ini, peserta
diharapkan ikut menyuarakan pengetahuan dan perhatian serta berpartisipasi
secara aktif menekan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia.



















“Dengan jumlah follower mencapai lebih dari
14.000 orang, setiap hari kami berbagai pengetahuan yang bersifat
edukatif-provokatif secara berkelanjutan,” ungkapnya.  Tujuannya adalah
untuk membuka mata dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya nutrisi
untuk ibu hamil, pentingnya memeriksakan kandungan, dan informasi tentang berbagai
macam tindakan pencegahan terjadinya kematian ibu dalam proses melahirka


Updated 30 Oct 2015